Sawah Ladang Terhampar Luas, Indonesia Impor Beras, PBNU Kecam Keras

by

JAKARTA, CILACAP.INFO – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj secara tegas menyatakan, menolak keras rencana pemerintah Indonesia untuk mengimpor satu juta ton beras dari Thailand. Kesepakatan antara kedua negara itu akan dilangsungkan pada pekan terakhir Maret 2021 ini.

“Saya menolak keras kesepakatan impor beras ini. Tolong nasib petani harus didahulukan, nasib para petani sebagai tulang punggung ekonomi bangsa ini harus diprioritaskan. Alih-alih untuk mendukung malah akan menghancurkan nasib mereka,” tutur Kiai Said, ditayangkan di TV NU, pada Jumat (19/3) petang.

Alasan utamanya, karena sebagian besar petani di Indonesia adalah Nahdliyin. Kiai Said mengaku telah dihubungi para petani dari Karawang dan Indramayu bahwa stok beras masih sangat mencukupi.

Para petani yang menghubungi Kiai Said itu menyatakan, jika pemerintah ingin dibuktikan stok beras dalam negeri sebanyak satu juta ton, para petani itu siap untuk membuktikan hari ini juga.

“Kata para petani, kalau pemerintah mau dibuktikan satu juta ton beras sekarang juga siap kami buktikan. Tidak usah besok atau lusa. Sekarang juga siap untuk membuktikan bahwa kami sudah punya ada beras satu juta ton,” ucap Kiai Said, menyampaikan informasi dari petani yang menghubunginya.

“(Impor beras) ini jelas sangat merugikan petani yang kebanyakan, terus terang, warga Nahdliyin. Begitu ada berita bahwa pemerintah Indonesia akan MoU dengan pemerintah Thailand, langsung harga beras turun sampai 300-350 rupiah. Para petani nangis akibat berita, belum terjadi impor, itu sudah merasakan dampaknya negatif,” jelas Kiai Said.

Karena berita itu pula, para tengkulak ragu untuk mengambil beras dari petani di desa. Mereka lebih memilih untuk menunggu hal apa yang akan terjadi setelah ini. Kemudian, Kiai Said menghubungi Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi yang juga Bendahara PBNU.