Pandji Pragiwaksono Sebut NU dan Muhammadiyah jauh dari Masyarakat, Kang Ayik Heriansyah Tuliskan Ini

oleh

BANDUNG, CILACAP.INFO – Aktivis Nahdlatul Ulama dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Barat (Jabar) yang juga mantan Ketua HTI Babel (Bangka Belitung), Ayik Heriansyah (Kang Ayik) merasa prihatin dengan salah satu komedian bernama Pandji Pragiwaksono yang mengatakan bahwa Ormas islam NU dan Muhammadiyah jauh dari Masyarakat.

Lantas Pria yang disapa Kang Ayik menuliskan tentang Adab Kepada NU. Menurut Kang Ayik memang tidak sepadan membandingkan NU dengan FPI dan HTI. Kalau dihitung dari waktu pendaftaran organisasi NU ke pemerintah Hindia Belanda, NU sudah berusia 95 tahun. Sedangkan FPI dideklarasikan pada tahun 1998, 20 tahun yang lalu. Adapun HTI baru terdaftar di Kesbangpol Kemendagri tahun 2006, 12 tahun yang lalu.

Secara formal keorganisasian NU jauh lebih senior dari dua ormas baru tersebut. Apalagi kalau mau dihitung dari sejak dari NU belum punya nama dan tanpa nama.

Saya sebenarnya untuk mengingatkan, menyentil dan menyinggung rasa superioritas yang mengendap dalam jiwa sebagian aktivis FPI dan HTI. Endapan perasaan superior menjadi sedimen sikap keras, campuran dari semangat keagamaan yang meluap-luap namun tidak diiringi dengan semangat pencari ilmu yang menggebu-gebu dan disiplin adab yang longgar. Realita ini akan membawa “agama” menjadi bencana daripada solusi.

Umur bukan saja soal akumulasi waktu yang sudah dilalui tetapi ia memuat pengalaman, ilmu dan hikmah yang terpendam dalam diri dan tak tertulis. Pengalaman, ilmu dan hikmah yang tak tertulis jauh lebih banyak dari yang tertulis. Ia termanifestasi dalam laku sikap orang tua yang arif dan bijaksana.

Sikap arif dan bijaksana merupakan saripati dari akumulasi pengalaman, ilmu dan hikmah. Sesuai ungkapan pengalaman adalah guru yang terbaik. Guru yang terbaik ada seseorang yang arif dan bijaksana. Normalnya semakin tua usia, semakin arif dan bijaksana.