Mendongkrak Pendapatan Negara

ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi
ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan tersebut berasal dari kontribusi penerimaan PNBP yang tumbuh rata-rata sebesar 5,32 persen per tahun. Akibat pandemi ini, pertumbuhan ekonomi di atas termasuk kategori paling baik ketiga dunia. Kontribusi penerimaan perpajakan yang tumbuh dan penerimaan hibah yang tumbuh rata-rata sebesar 32,6 persen per tahun.

Sementara itu, dalam APBN 2021 yang telah disahkan beberapa waktu yang lalu, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp1.268,5, yang terdiri atas penerimaan perpajakan, PNBP dan penerimaan hibah persen.

Penetapan target tersebut telah
memperhitungkan asumsi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, lifting migas, dan harga minyak, juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang ditempuh di tahun 2021.

Rencana tersebut terdiri dari penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp1.134,3 triliun dan penerimaan pajak perdagangan internasional Peneriman pajak dalam negeri terdiri dari penerimaan pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai sebesar, pajak bumi dan bangunan sebesar, cukai dan pajak lainnya.

Sementara itu, penerimaan pajak perdagangan internasional terdiri atas penerimaan bea masuk dan bea keluar. Dalam arti yang lebih sempit.

Sementara itu, dalam arti luas di mana tax ratio mencakup penerimaan perpajakan ditambah dengan penerimaan SDA migas dan pajak daerah dibagi dengan PDB itulah namanya tax ratio 2021.

Tentu pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan perpajakan dengan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi serta dunia usaha.

Kemudian evaluasi belanja perpajakan yang belum efektif dan memberikan multiplier optimal terhadap ekonomi, meningkatkan tarif pajak 15 persen pengeluaran teratas, mempercepat penerapan carbon tax, hingga mempersempit ruang penyuapan pajak dan transaksi penghindaran pajak.

Secara prinsip diharapkan tidak terjadi defisit neraca keuangannya sehingga bukan memcari alasan untuk melakukan hutang luar negeri untuk sebagian mencicil hutang plus bunga serta menutup defisit pendapatan negara.

Semoga pendapatan negara tahun ini dapat tercapai dengan baik, pariwisata dan ekonomi kreatif bisa pulih karena pendapatan negara merupakan pilar utama fondasi ekonomi Indonesia.(***) Aji Setiawan, ST alumni Teknik Manajemen Industri Fak Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait